Proyek Jaringan Jangan Ditangani Satu Vendor
Bisnis Indonesia, 22 September 2005

JAKARTA (Bisnis): Risiko proyek pengembangan jaringan telekomunikasi perlu diantisipasi oleh operator dengan tidak menerapkan sistem paket yang dikerjakan oleh hanya satu vendor.

Selain akan meminimalisasi risiko, menurut Sekjen Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Heru Sutadi, pembagian proyek itu juga akan memberikan peluang bagi pelaku industri perangkat telekomunikasi lokal.

"Idealnya, proyek telekomunikasi itu dibagi-bagi berdasarkan kebutuhan produknya tapi pekerjaannya langsung berhubungan dengan operator. Terlalu berisiko jika hanya dikerjakan oleh satu vendor dalam satu paket," katanya kemarin.

Sony Pasaka, Ketua Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi (Apnatel), menuturkan sebetulnya pelaku industri perangkat lokal memiliki kemampuan untuk mengerjakan beberapa bagian dari proyek telekomunikasi.

Tapi selama ini, menurut dia, porsi yang diberikan untuk industri lokal masih sangat kecil ditambah kesulitan dana akibat terlalu ketatnya sistem pembiayaan.

"Sekarang sudah ada vendor yang menawarkan porsi 25% untuk konten lokal tapi tetap saja belum bisa dioptimalkan karena harganya terlalu murah," papar Sony.

Dia meyakini jika ada dukungan dalam hal kemudahan sistem pembiayaan maka industri perangkat telekomunikasi lokal juga bisa bersaing dan tetap dapat terus berkembang.

Data Kadin Indonesia menyebutkan potensi pasar perangkat telekomunikasi di Indonesia pada 2009 akan mencapai Rp50 triliun. Jika dibandingkan dengan nilai pasar pada 2003 sebesar Rp19 triliun berarti, dalam enam tahun ada peningkatan sebesar 163%.

Angka Rp19 triliun pada 2003 dihitung dari pembangunan infrastruktur komunikasi saluran tetap yang menyerap investasi senilai Rp8 triliun, komunikasi seluler (mobile) sebesar Rp7 triliun, multimedia Rp1 triliun, dan CPE (customer premises equipment) fixed dan mobile Rp3 triliun.

Pada 2009, pasar infrastruktur komunikasi saluran tetap akan mencapai Rp15 triliun, komunikasi seluler Rp24,5 triliun, jaringan multimedia Rp5,5 triliun, dan CPE fixed dan mobile sebesar Rp6 triliun.

Oleh Junaidi Halik
Bisnis Indonesia

 

 

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Boleh Mengutip, Memperbanyak dan Menyebarkannya
dengan Mencantumkan Sumbernya

2005 © Heru Production