Kode Akses SLJJ Indosat Paling Lambat Juli
Investor Daily, 9 Juni 2005

JAKARTA, Investor Daily

Pembukaan kode akses sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) PT Indosat Tbk paling lambat Juli 2005. Direktur Corporate Market PT Indosat Tbk Wahyu Wijayadi mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan secara teknis dan terus berkoordinasi dengan PT Telkom Tbk.

"Perjanjian Kerjasama (PKS) sudah selesai tapi masih akan di-review Telkom," kata Wahyu dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indosat di Jakarta, Rabu (8/6). Dalam RUPST, Hasnul Suhaimi terpilih menjadi dirut PT Indosat Tbk periode 2005-2010.

Menurut Wahyu, pada tahap awal, implementasi kode akses akan direalisasikan di lima kota yakni Surabaya, Jakarta, Medan, Denpasar, dan Batam dengan kode area 021 (Jakarta), 031 (Surabaya), 0361 (Denpasar), 0778 (Batam) dan 061 (Medan).

Sebelumnya, pengamat telekomunikasi Heru Sutadi mengatakan, pembukaan kode akses Indosat harus segera direalisasikan menyusul keluarnya Peraturan Menteri No 6 Tahun 2005 yang ditandatangani Menteri Depkominfo Sofyan A Djalil tanggal 17 Mei 2005 lalu.

Di tempat yang sama, Dirut PT Indosat Hasnul Suhaimi mengatakan, perseroan tengah gencar mengembangkan jaringan seluler. Pada tahun ini, perseroan menfokuskan diri membangun jaringan seluler di luar Pulau Jawa. Perseroan menilai, pangsa bisnis seluler perseroan di luar Jawa yang masih di kisaran 20-25% perlu dinaikkan. "Angka itu masih jauh di bawah pangsa bisnis seluler perseroan secara nasional yang mencapai 32-33%, serta pangsa di Pulau Jawa yang mencapai 40%," kata dia.

Hingga akhir Mei, pelanggan Indosat telah mencapai angka hampir 12 juta. Pencapaian tersebut terutama didorong oleh tingginya laju penjualan pada Mei hingga April 2005.

Strategi bisnis Indosat ke depan, kata dia, meningkatkan volume penjualan, antara lain dengan mengeluarkan paket-paket produk yang menarik, serta menyesuaikan produk dengan kebutuhan masyarakat.

PT Indosat, tambah Hasnul, siap memperluas jaringan fixed wireless access (FWA) dengan merek dagang StarOne ke 15 kota. Dalam waktu dekat ini, perseroan akan membuka jaringan di Medan. Pembukaan jaringan tersebut akan melengkapi jaringan yang telah ada saat ini, yakni, Jakarta, Surabaya, Bogor, Malang, Pasuruan dan daerah sekitarnya.

Sementara itu, pada 2005, perseroan menargetkan pelanggan FWA dengan merek dagang StarOne mencapai 200 hingga 400 ribu. Tercatat, hingga akhir 2004, Indosat telah memiliki 52,752 pelanggan layanan telekomunikasi nirkabel di 5 kota di Indonesia. Namun di sisi lain, perseroan telah memiliki kapasitas 500 ribu pelanggan layanan telekomunikasi nirkabel pada tahun 2005 ini.

Dirut Indosat
Sementara itu, RUPST memutuskan untuk merombak jajaran direksi dan dewan komisaris PT Indosat. Hasnul Suhaimi terpilih menjadi direktur utama, Johnny Swandi Sjam menjadi Direktur Consumer Market menggantikan posisi yang ditinggalkan Hasnul Suhaimi dan Wimbo S. Hardjito menduduki posisi direktur Corporate Services menggantikan Soetrisman. Sedangkan, di perubahan susunan komisaris, ditandai dengan keluarnya Umar Rusdi dan M Ikhsan digantikan Setyanto P Santoso dan Soeprapto.

Roes Aryawijaya, deputi Menneg BUMN sekaligus anggota komisaris PT Indosat TBk mengatakan, penetapan dirut baru telah dilakukan secara lancar tanpa perdebatan. Adapun, sebagai deputi dia mengaku hanya ikut memproses pemilihan, sedangkan, penetapan tetap di tangan Menneg BUMN. Selaku komisaris perseroan, dia berharap agar dirut baru tersebut mampu meningkatkan kinerja Indosat.

Sesaat setelah terpilih, Hasnul mengatakan bahwa ia siap membawa Indosat memasuki iklim kompetisi dalam industri telekomunikasi yang semakin ketat. Berbagai penyesuaian akan dilakukan terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dia akan mendukung komitmen perseroan dalam menyediakan layanan telekomunikasi hingga ke pelosok, dan mulai menfokuskan pembangunan jaringan di luar pulau Jawa. Serta, berupaya melakukan langkah efisiensi perusahaan yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pelanggannya.

RUPST yang dihadiri lebih dari 75% pemegang saham perseroan atau kuasanya. RUPST juga menyetujui alokasi laba bersih untuk cadangan, reinvestasi, dan penetapan dividen sebesar Rp 154,23 per saham.

Ketua Masyarakat Telematika (Mastel) Mas Wigrantoro Roes Setiyadi menyambut positif terpilihnya Hasnul Suhaimi sebagai dirut Indosat yang baru. Mas Wig sejak awal memang berpendapat dirut Indosat sebaiknya dipegang oleh orang dalam Indosat saja. Sebab, selain, hal itu akan menunjukkan kepastian jenjang karir di perseroan akan memacu semangat kerja karyawan Indosat. "Saya berharap Pak Hasnul, yang berasal dari pemasaran mampu meningkatkan penjualan dan pembangunan jaringan di Indosat," katanya. (tri/ed)

 

 

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Boleh Mengutip, Memperbanyak dan Menyebarkannya
dengan Mencantumkan Sumbernya

2005 © Heru Production