JAKARTA, Investor Daily
Tahun ini, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menargetkan pangsa pasar layanan internasional mencapai 50%-55%.
Dengan pangsa pasar 50% diperkirakan kontribusi pendapatan layanan internasional akan mencapai kisaran Rp 1 triliun.
Akhir tahun 2004, layanan Telkom International Call (TIC) 007 telah membukukan pendapatan Rp 446 miliar atau 114% dari target yang dicanangkan perseroan. "Dari target 100% tercapai 114%, padahal dari kurun waktu 12 bulan, Telkom hanya beroperasi 7 bulan saja (TIC 007 baru diluncurkan bulan Juni 2004-red)," kata Direktur Jaringan Bisnis Telkom Abdul Haris, Selasa (15/3).
Kebijakan re-positioning dua produk layanan internasional TIC 007 dan TelkomGlobal 017 akan menjadi satu strategi perseroan dalam upaya memperluas ekspansi pasar.
Menurut Kadiv Long Distance Telkom Sarwata Atmosutarno, kebijakan re-positioning ditempuh Telkom untuk menghindari risiko conflicting dari dua produk tersebut. Diharapkan kedua produk tadi akan saling melengkapi.
Sarwata menuturkan, dengan sifat produk yang saling melengkapi, perseroan akan mampu menjaring pangsa pasar internasional secara lebih optimal. Pada iklim kompetisi yang ketat saat ini, operator telepon harus senantiasa mencari ceruk pasar yang besar. Untuk itu, Telkom akan selalu melirik semua peluang, sehingga baik segmen pasar yang memperhatikan kualitas layanan maupun segmen pasar yang tidak memiliki sensitifitas terhadap harga, akan tetap menjadi target bisnis perseroan.
Dari sisi infrastruktur, Telkom juga akan terus berbenah diri, Haris mengungkapkan, pihaknya berencana membangun jaringan di seluruh wilayah Sumatera. Jaringan yang akan terhubung dari Medan hingga Lampung sepanjang 1.400 kilometer tersebut akan melengkapi jaringan yang sudah ada. Tercatat, jaringan eksisting di Sumatera panjangnya mencapai 2.000 kilometer, sehingga bila jaringan baru rampung, total panjangnya akan mencapai 3.400 kilometer. "Nanti, jaringan di Sumatera akan double, seperti juga telah dibangun di Jawa. Pembangunan jaringan double ini akan menghindarkan adanya dis-connection (sambungan yang terputus-red) ," kata Haris.
Pembangunan jaringan Sumatera akan melibatkan vendor internasional. Tender untuk memilih vendor yang akan membangun jaringan itu, direncanakan akan dilakukan pada akhir Maret 2004. Selanjutnya, vendor diharapkan sudah melakukan pembangunan pada tahun ini, sehingga, pada kuartal I 2006, jaringan Telkom di Sumatera dapat diselesaikan.
Gangguan
Di sisi lain, sambungan internasional Telkom sempat mengalami gangguan. Seperti, terjadi pada layanan internasional Kartu Salam untuk para jemaah haji. Kartu Salam keluaran Telkom tidak bisa dipergunakan, akibat ketidaksiapan partner bisnis mereka di Arab Saudi.
Menanggapi hal itu, Sarwata mengatakan, pihaknya sudah menyelesaikan masalah itu. Saudi Telecom sudah memberikan alokasi kode akses. Telkom optimistis pada musim haji tahun ini, perseroan akan dapat memberikan layanan secara prima. "Kita akan fokus lagi, mulai 6 bulan sebelum musim haji. Kita juga akan menjajaki potensi bisnis dari tenaga kerja yang ada di Arab," katanya.
Sementara itu, pengamat telekomunikasi Heru Sutadi melihat potensi Telkom untuk menguasai pasar layanan internasional terbuka lebar. Pasar telekomunikasi Telkom dapat di-drive dari penguasaan jaringan domestik. Strategi Telkom mengembangkan infrastruktur, termasuk di antaranya rencana peluncuran satelit akan semakin memperkuat kualitas layanan internasional perseroan. Sehingga, dengan basis pelanggan yang sudah jelas, dan didukung kualitas yang memadai diperkirakan Telkom akan mampu menjadi leading pada pasar layanan internasional pada tahun ini. (tri)