Investasi GSM 1X Dinilai Masih Mahal
Bisnis Indonesia, 4 Maret 2005

JAKARTA (Bisnis): Investasi untuk penggabungan jaringan seluler berbasis teknologi GSM dengan jaringan berbasis CDMA2000 1X melalui GSM 1X dinilai masih mahal. "Untuk mengimplementasikan GSM 1X operator telekomunikasi perlu membangun aplikasi baru pada jaringannya dengan nilai investasi yang sangat besar, sehingga saat ini belum banyak diminati," ujar Ted Matsumoto, Corporate Senior Vice President Qualcomm.

Qualcomm merupakan pemasok chip untuk handset berbasis CDMA (code division multiple access) dan dikenal cukup getol mengkampanyekan GSM 1X. Qualcomm sudah sempat mengembangkan chipset tunggal untuk handset GSM 1X yang digunakan pada ponsel Kyocera.

Ted berpendapat dengan keberadaan jaringan GSM (global systems for mobile communication) serta CDMA1X pada saat ini, kemungkinan untuk memadukan keduanya memang tampak lebih realistis.

Namun, hal itu memerlukan adanya penambahan peranti serta aplikasi tertentu yang bisa membuat kedua jaringan yang berbeda teknologi itu bisa saling kompatibel.

"Di dunia saat ini memang sudah ada ChinaUnicom serta Verizon yang mengoperasikan jaringan GSM1X, namun ternyata investasi yang ditanamkan untuk menerapkannya masih cukup besar," ujarnya.

Ted juga mengungkapkan bahwa pengembangan serta riset untuk chipset yang memang akan diaplikasikan untuk jaringan ini juga dikatakan masih cukup besar, sehingga juga mempengaruhi biaya investasi tersebut.

Dia berpendapat sebaiknya operator dalam membangun jaringan masa depan berfokus pada jalur teknologi yang sudah dipilihnya yaitu operator GSM migrasi ke Wideband CDMA, sedangkan operator CDMA ke EV-DV (evolution data video).

Sebelumnya, Arif Budi Subekti, Senior Manager Sales and Business Development Division PT NEC Indonesia, mengatakan untuk membangun jaringan 3G, operator membutuhkan tahapan-tahapan tertentu.

Tahapan itu berupa lisensi prinsipal, persyaratan proyek percontohan (pilot project), dan kapasitas proyek yang direncanakan. "Soal investasi tentunya tergantung pada jangkauan dan banyaknya pelanggan yang akan dilayani," kata dia.

Pengamat telekomunikasi dari UI Heru Sutadi pernah mengusulkan regulator telekomunikasi untuk segera menyiapkan aturan penyelenggaraan layanan telekomunikasi GSM 1X di Tanah Air.

Pemerintah, tambah dia, selama ini sering terlambat dalam mengantisipasi perkembangan teknologi yang sangat pesat sehingga tertinggal dalam menyiapkan aturan.

Indosat, operator telekomunikasi yang memiliki lisensi untuk GSM maupun CDMA, menyatakan sedang dalam tahap uji coba jaringan berbasis GSM 1X. Gabungan teknologi ini dianggap sebagai salah satu alternatif jaringan pita lebar.

Harry K. Nugraha, Country Manager Qualcomm Indonesia, menilai pasar Indonesia memiliki kebutuhan cukup besar untuk akses Internet data berkecepatan tinggi.

"Industri skala kecil menengah, korporasi besar, dan pelaku bisnis yang memanfaatkan perangkat komunikasi bergerak akan membutuhkan layanan Internet dengan kecepatan dan kapasitas yang lebih besar dibandingkan apa yang disediakan CDMA 2000 1X atau GSM," katanya kemarin. (api/mis)

 

 

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Boleh Mengutip, Memperbanyak dan Menyebarkannya
dengan Mencantumkan Sumbernya

2005 © Heru Production