Telkomsel Jabotabek-Jabar Targetkan 7 Juta Pelanggan
Investor Daily, 19 Februari 2005

JAKARTA, Investor Daily

PT Telkomsel Area II Jabotabek-Jabar optimistis total pelanggan sepanjang tahun 2005 mencapai tujuh juta. Hingga Rabu (9/2) pelanggan area itu telah mencapai 6 juta atau 33% dari jumlah keseluruhan pelanggan Telkomsel di Indonesia yang mencapai 16,5 juta.

"Meskipun kompetisi operator di wilayah Jabotabek-Jabar cukup ketat, namun, kami optimistis tetap menjadi market leader," kata Agoes Soekarno, vice president Area II Jabotabek-Jabar, di Jakarta, Jumat (19/2).

Sebagai salah satu upaya mendukung pencapaian target, Area Jabotabek-Jabar mencanangkan perluasan jangkauan (coverage) ibukota kecamatan (IKC) hingga 100%. Saat ini coverage IKC Telkomsel Area II mencapai 95%.

Perluasan coverage itu sejalan dengan rencana perseroan untuk serius menggarap pasar kota pinggiran. Beberapa kota yang telah diincar, antara lain Sukabumi, Tasikmalaya, Cirebon, Anyer, Kuningan dan Cirebon.

Area II Jabotabek-Jabar juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya di Jabotabek. GM Network Operation Telkomsel Jabotabek M Iswan mengatakan, Telkomsel akan menambah 150 coverage indoor dengan penempatan base tranceiver station (BTS). Sehingga, pada akhir tahun ini, Area Jabotabek telah memiliki 450 coverage indoor atau menjangkau sekitar 95% dari gedung di Jakarta.

Sementara itu, Telkomsel Area II juga siap menambah pusat layanan pelanggan, baik berupa Grapari maupun Gerai Halo. Menurut Agoes, saat ini, jumlah Gerai Halo di wilayah layanan Jabotabek-Jabar telah mencapai 36 buah. Gerai Halo yang tersebar masing-masing di Jabotabek 28 buah dan Jawa Barat 8 buah, segera akan ditambah menjadi 55 buah.

Pergantian Dirut
Sementara itu, pengamat telekomunikasi Unpad Danrivanto mengatakan, rencana mengganti direktur utama Telkomsel Bajoe Narbito, semestinya memperhatikan visi kenegaraan dan kemampuan calon dirut. Kemampuan itu, kata dia, guna mempertahankan posisi perseroan selaku pemimpin pasar seluler di Tanah Air. Saat ini penguasaan pangsa pasar Telkomsel berkisar 50-52%. Jumlah pelanggan seluler di Indonesia saat ini diperkirakan sekitar 30-an juta.

"Sosok pemimpin yang memiliki kemampuan untuk membawa Telkomsel tetap survive dalam kompetisi, sangat diperlukan, mengingat semakin kerasnya iklim persaingan bisnis seluler," tutur Danrivanto.

Belakangan beredar kabar bahwa Bajoe Narbito harus turun tahta karena masa jabatannya sudah habis. "Rencananya RUPS pergantian dirut Telkomsel akan digelar April mendatang," ujar sumber di PT Telkom Tbk selaku induk usaha Telkomsel.

Menurut Danrivanto, selain harus menghadapi kekuatan perusahaan seluler lain yang semakin kuat, Telkomsel juga harus menata strategi bisnis terkait dengan perkembangan teknologi telekomunikasi ke depan. "Saat ini GSM masih menguasai, tapi lima tahun mendatang, bisa jadi tehnologi CDMA bisa berbalik menguasai. Hal seperti ini, sudah harus diantisipasi Telkomsel mulai saat ini, bila, mereka ingin tetap menguasai pasar," kata Danri.

Hampir senada dengan Danri, pengamat telekomunikasi Heru Sutadi menekankan calon dirut Telkomsel harus memiliki kemampuan dalam menghadapi persaingan terutama dalam menerapkan strategi pemasaran yang unggul, kreatif dalam menciptakan inovasi teknologi maupun meningkatkan kemampuan SDM di perusahaan.

Dia juga menekankan dirut Telkomsel haruslah seorang yang profesional. Terkait kemungkinan, masuknya, calon dirut titipan dari parpol atau pejabat, dia mengatakan semestinya hal itu tidak akan terjadi. Karena posisi SingTel, sebagai pemegang 35% saham Telkomsel, dinilai cukup kuat, untuk menolak calon dirut titipan yang tidak profesional. (tri/ed)

 

 

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Boleh Mengutip, Memperbanyak dan Menyebarkannya
dengan Mencantumkan Sumbernya

2005 © Heru Production